Site Overlay

Perbedaan Tasbih Stigi Laut dan Darat yang Jarang Orang Ketahui

tasbih stigi asli bertuah

Kayu Stigi memiliki manfaat yang banyak. Bermacam-macam kerajinan dari kayu stigi seperti gelang, kalung dan tasbih. Untuk tasbih, kerajinan dari kayu stigi ini lebih diminati karena tasbih dianggap sebagai media yang tepat menyalurkan energy spiritual dari pengguna atau pemiliknya.

Tak heran bila tasbih dari kayu stigi ini memiliki harga yang lebih mahal ketimbang tasbih dari kayu-kayu lainnya. Tasbih stigi pun dibedakan menjadi dua, yakni tasbih stigi laut dan tasbih stigi darat. Apa perbedaannya? Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini.

Apa itu Kayu Stigi?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai tasbih dari kayu stigi, terlebih dahulu Anda harus mengerti apa itu kayu stigi. Kayu stigi adalah batang dari tanaman yang disebut pohon stigi (phempis acidula) yang bisa kita temui tumbuh di daerah pesisir pantai. Hal ini dikarenakan pohon stigi bisa ditanam di tanah berpasir maupun berkarang.

Ciri fisik pohon stigi adalah batangnya bercabang banyak, kulit pohonnya memiliki warna coklat serta daunnya berbentuk elips atau lonjong. Pada umumnya, pohon stigi bisa tumbuh hingga setinggi 10 meter. Stigi juga memiliki buah dan bunga yang bisa dikonsumsi dan dimanfaatkan.

Manfaat Kayu Stigi

Beberapa manfaat kayu stigis yang bisa kita jumpai dari produk yang dihasilkan adalah sebagai bahan pembuatan aksesoris. Beberapa aksesoris yang biasanya terbuat dari kayu stigi antara lain tasbih, cincin, mata cincin, gelang, tongkat, gagang senjata, hingga pipa rokok.

Pemanfaatan kayu stigi sebagai aksesoris di atas tidak lepas dari kepercayaan masyarakat, antara lain: kayu stigi bisa menjadi sumber daya spiritual bagi pemakainya, kayu stigi bisa menjadikan tubuh kebal, kayu stigi bisa menjadi media pemikat, hingga kayu stigi bisa menjauhkan kesialan.

Lebih jauh lagi, sebenarnya pohon stigi juga bisa bermanfaat bagi lingkungan, misalnya pohon stigi memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida sehingga bisa menjadi pohon yang teduh, pohon stigi bisa menjadi penahan tanah di sekitar pantai, sehingga mencegah proses abrasi dan lain-lain.

Dari sisi kesehatan pun, tanaman yang termasuk jenis tanaman perdu ini juga bisa menjadi obat berbagai macam penyakit, seperti diabetes, rematik (dimanfaatkan kayunya) dan batuk pilek dengan meminum ramuan dari pohon tersebut.

Pengembangbiakan Pohon Stigi

Karena banyak manfaatnya, maka pohon stigi ini banyak dikembangbiakan. Walau demikian, jumlah pohon stigi di alam liar termasuk dalam keadaan yang terancam punah. Oleh karena itu, perlu kesadaran bagi kita untuk terus melakukan budidaya agar pohon stigi tetap lestari.

Beberapa cara yang dilakukan untuk mengembangbiakan pohon stigi antara lain:

  • Dibentuk menjadi bonsai, budidaya dengan membuat pohon stigi menjadi bonsai jadi salah satu alternatif yang praktis, karena tidak membutuhkan tempat yang luas, hanya wadah kecil saja dan cukup perawatan dengan memangkas daun dan cabangnya.
  • Reboisasi hutan di wilayah pesisir, yakni dengan penanaman pohon di area hutan bakau. Salah satu phon yang bisa ditanam di sana adalah pohon stigi karena punya manfaat mencegah abrasi.

Perbedaan Tasbih Stigi Darat dan Tasbih Stigi Laut

Kembali ke perihal tasbih, kerajinan tangan dari kayu stigi ini memiliki dua jenis yakni tasbih stigi darat dan tasbih stigi laut. Sesuai namanya, tasbih stigi darat adalah tasbih yang terbuat dari kayu stigi darat, sedangkan tasbih stigi laut terbuat dari kayu stigi laut.

Kayu stigi darat memiliki karakteristik warna hitam, berat dan keras serta kasar. Sesuai namanya, kayu stigi darat tumbuh di darat. Jenis tanah yang biasanya menjadi habitat tumbuh pohon stigi darat adalah tanah kapur, tandus dan padat. Ada juga kayu stigi darat yang disebut kayu stigi fosil, yakni kayu yang telah lama tertimbun tanah.

Sementara kayu stigi laut memiliki warna yang lebih cerah, biasanya coklat atau kuning dan tempat tumbuhnya di pesisir pantai. Dibandingkan dengan kayu stigi darat, stigi laut memiliki bobot yang lebih ringan. Satu hal yang menjadi kesamaan di antara keduanya adalah batangnya tenggelam di perairan.

Maka jika dibuat menjadi tasbih, terdapat perbedaan warna mencolok pada produk tersebut. Tasbih stigi darat asli memiliki warna yang cenderung gelap, sedangkan tasbih stigi laut asli memiliki warna yang lebih terang.

Harga dari tasbih stigi ini juga bermacam-macam, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga mencapai jutaan rupiah.

Tasbih dikenal sebagai alat atau media untuk membantu saat berdzikir. Ulama menganjurkan penggunaan tasbih karena memudahkan penghitungan saat dzikir. Penggunaannya adalah dengan diletakkan di tangan kanan, lalu digeser menggunakan ibu jari sambil berucap kalimat tasbih ‘Subhanallah’.

Itulah perbedaan tasbih stigi laut dan darat. Aksesoris berupa tasbih dari kayu stigi ini menjadi oleh-oleh khas dari kepulauan Karimunjawa, Jepara. Namun Anda juga bisa mendapatkannya melalui toko-toko online yang sudah gampang diakses melalui internet.

.

Penjelasan lebih lengkap mengenai Tasbih Kayu Stigi Asli dan Bertuah, Silahkan baca di halaman depan website ini – KLIK DI SINI

Konsultasi SERIUS dengan Pakarnya Ki Sabrang Alam, Silahkan Hubungi Kontak di Bawah ini :

081 226 888 103 ( WA / Telpon / SMS )